BATASAN-BATASAN LELAKI DAN WANITA

Mengaji kitab 'Uquudu Lujjain (الفَصْلُ الأَوَّلُ: فِيْ) بيان (حُقُوْقِ الزَوْجَةِ) الواجبة (عَلَى الزَوْج) وهي حُسْن العِشْرة، ومؤْنة...

Senin, 15 Oktober 2018

HUKUM MEMINUM AIR CUCIAN KAKI IBU

PERTANYAAN

Assalamu'alaikum

Ada seorang teman yg memcuci kaki ibunya lantas meminum air cucian trsb,,!!

Pertanyaannya,,
1.adakah islam yg mengajarkan yg demikian,, trs apa hukum nya meminum air cucian kaki ibu tsb,,??
2.apakah dg meminum air cucian trsb, bs d katakan wujud bhakti kita sbg ank,,??

JAWABAN
wa'alaykumussalaam...

1. tidak ada anjuran meminum air cucian kaki ibu.
Adapun  hukumnya meminum bekas cucian kaki ibu boleh-boleh saja asal tdk meyaqini bahwa air basuhan kaki ibu tsb mempunyai pengaruh. :

Dan Dengan meminum bekas cucian kaki ibu tidak masuk kepada berbakti kepada nya
Berbakti kepda dengan dengan berbuat baik mendoakan dan tidak menyakiti

Sumber Hukum ada pada kitab Tuhfatul Murid
تحفة المريد ص : 58

فمن اعتقد أن الأسباب العادية كالنار والسكين والأكل والشرب تؤثر فى مسبباتها الحرق والقطع والشبع والرى بطبعها وذاتها فهو كافر بالإجماع أو بقوة خلقها الله فيها ففى كفره قولان والأصح أنه ليس بكافر بل فاسق مبتدع ومثل القائلين بذلك المعتزلة القائلون بأن العبد يخلق أفعال نفسه الإختيارية بقدرة خلقها الله فيه فالأصح عدم كفرهم ومن اعتقد المؤثر هو الله لكن جعل بين الأسباب ومسبباتها تلازما عقليا بحيث لا يصح تخلفها فهو جاهل وربما جره ذلك إلى الكفر فإنه قد ينكر معجزات الأنبياء لكونها على خلاف العادة ومن اعتقد أن المؤثر هو الله وجعل بين الأسباب والمسببات تلازما عادي بحيث يصح تخلفها فهو المؤمن الناجى إن شاء الله إهـ

“Barangsiapa berkeyakinan segala sesuatu terkait dan tergantung pada sebab dan akibat seperti api menyebabkan membakar, pisau menyebabkan memotong, makanan menyebabkan kenyang, minuman menyebabkan segar dan lain sebagainya dengan sendirinya (tanpa ikut campur tangan Allah) hukumnya kafir dengan kesepakatan para ulama,
atau berkeyakinan terjadi sebab kekuatan (kelebihan) yang diberikan Allah didalamnya menurut pendapat yang paling shahih tidak sampai kufur tapi fasiq dan ahli bidah seperti pendapat kaum mu’tazilah yang berkeyakinan bahwa seorang hamba adalah pelaku perbuatannya sendiri dengan sifat kemampuan yang diberikan Allah pada dirinya,
atau berkeyakinan yang menjadikan hanya Allah hanya saja segala sesuatu terkait sebab akibatnya secara rasio maka dihukumi orang bodoh
atau berkeyakinan yang menjadikan hanya Allah hanya saja segala sesuatu terkait sebab akibatnya secara kebiasaan maka dihukumi orang mukmin yang selamat, Insya Allah"


Ustadz H Sholeh Abd Aziz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar