BATASAN-BATASAN LELAKI DAN WANITA

Mengaji kitab 'Uquudu Lujjain (الفَصْلُ الأَوَّلُ: فِيْ) بيان (حُقُوْقِ الزَوْجَةِ) الواجبة (عَلَى الزَوْج) وهي حُسْن العِشْرة، ومؤْنة...

Jumat, 19 Oktober 2018

HUKUM MENJUAL ULAR

Pertanyaan :
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Ustad, mau nanya.
Bagaimana hukumnya orang yg kerjaannya mencari dan menjual ular sawa?
Sidik jarud pinang mas

Jawab :
 وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Hukum jual beli  ular dan tokek seperti dalam pertanyaan di atas terdapat perbedaan pendapat ulama. Menurut ulama Syafi’iyah tidak boleh karena tidak ada manfaat yang dilegitimasi oleh syara'

Referensi Rujukan Hukum

Kitab  al-Jamal III/25

فلا يصح بيع حشرات لا تنفع وهي صغار دواب الارض كحية وعقرب وفأرة وخنفساء إذ لا نفع فيها يقابل بالمال وإن ذكر لها منافع فى الخواص بخلاف ما ينفع منها كضب لمنفعة أكلها وعلق لمنفعة امتصاص الدم قوله إذ لا نفع فيها يقابل بالمال اي لا نفع يعتبر ويقصد شرعا بحيث يقابل بمال لأنه المراد فالمدار على ان يكون فيه منفعة مقصودة معتد بها شرعا بحيث تقابل بالمال اهـ

Maka tidak sah menjualbelikan binatang melata yang tidak bermanfaat yakni binatang-binatang kecil yang melata dibumi seperti ular, kalajengking, tikus dan kumbang karena tidak ada manfaat darinya yang setara dengan harta (harga) meskipun terdapat manfaat secara khusus padanya, berbeda dengan binatang yang bisa memberi manfaat seperti biawak yang dapat bermanfaat saat memakannya karena dapat memperlancar darah.

Keterangan Pengarang “karena tidak ada manfaat darinya yang setara dengan uang” artinya tidak memberi manfaat yang dianggap dan menjadi tujuan dalam syara’ sekira sepadan dengan harta, ini yang di kehendaki. Maka tinjauannya adalah manfaat yang menjadi tujuan dan dianggap oleh syara’ sekira sepadan dengan harta”.

Maka ngak usah cari ular masih banyak rizqi alloh yang lain yang lebih baik

Ustadz H Sholeh Abd Aziz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar