BATASAN-BATASAN LELAKI DAN WANITA

Mengaji kitab 'Uquudu Lujjain (الفَصْلُ الأَوَّلُ: فِيْ) بيان (حُقُوْقِ الزَوْجَةِ) الواجبة (عَلَى الزَوْج) وهي حُسْن العِشْرة، ومؤْنة...

Minggu, 09 September 2018

HUKUM MEMBERI IMBALAN RUQIYAH

Assalamualaikum Ustadz, bolehkah meminta imbalan uang bila kita Meruqyah( mengobati ) orang sakit melalui doa dan ayat-ayat suci Al-Qur'an?
Pertanyaan dari jemaah sekayu di majlis masail rutinan setiap bulan jumat pertama di masjid Al Izmir Randik
Jawab:
بسم الله الرحمن الرحيم
SANGAT SANGAT BOLEH menerima / meminta imbalan uang bila kita mengobati orang sakit melalui doa dan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Dan termasuk akad JU’ALAH (upah, komisi) atau akad IJAARAH (sewa jasa).
Keterangan Hukum diambil dari Kitab:
-Hasyiyah al-Bujairomi juz III/Halaman 238,
-Majmuu’ ala al-Muhaddzab XV/116,
- Hasyiyah ar-ramli II/439,
-Nihayah al-Muhtaaj V/465
قال الزركشي ويستنبط منه جواز الجعالة على ما ينتفع به المريض من دواء أو رقية وإن لم يذكروه وهو متجه إن حصل به تعب وإلا فلا أخذا مما يأتي شرح م ر
Berkata az-Zarkasyi “darinya dapat diambil kesimpulan bolehnya menarik upah dari hal yang dapat bermanfaat bagi orang sakit baik berupa obat atau ruqyah (pengobatan dengan doa-doa secara syar’i)
-kitab Bughyah al-Mustarsyidiin I/350
تجوز الجعالة على الرقية بالجائز كالقرآن ، والدواء كتمريض مريض وعلاج دابة
Boleh mengambil upah dari pengobatan ruqyah memakai hal yang dilegalkan seperti (bacaan) alQuran dan obat semacam untuk menyembuhkan orang sakit atau untuk mengobati binatang ternak.
-Tuhfah al-Muhtaaj XXVI/468, Hasyiyah al-Jamal VII/508
( فَرْعٌ ) تَجُوزُ الْجَعَالَةُ عَلَى الرُّقْيَةِ بِجَائِزٍ كَمَا مَرَّ وَتَمْرِيضِ مَرِيضٍ وَمُدَاوَاتِهِ ، وَلَوْ دَابَّةً ثُمَّ إنْ عَيَّنَ لِذَلِكَ حَدًّا كَالشِّفَاءِ وَوُجِدَ اسْتَحَقَّ الْمُسَمَّى وَإِلَّا فَأُجْرَةَ الْمِثْلِ .
[ CABANG ] Boleh mengambil upah dari pengobatan ruqyah memakai hal yang dilegalkan seperti keterangan yang lalu dan menyembuhkan / mengobati orang sakit meskipun (yang sakit) binatang ternak. Bila upahnya ditentukan berupa hal tertentu dan si sakit berhasil disembuhkan maka ia berhak mendapatkan upah (yang ditentukan) sedang bila kesembuhannya tidak didapatkan maka ia hanya berhak mendapatkan ujrah mitsli (upah wajar atas sebuah jasa).
Wassalmualaikum
Sekian semoga anda bisa memahami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar